<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Zulkarnaini Personal Blog</title>
	<atom:link href="http://zulkarnainidiran.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zulkarnainidiran.wordpress.com</link>
	<description>Praktisi dan Pemerhati Pendidikan, LPMP Sumatera Barat</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2012 04:53:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='zulkarnainidiran.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/ae28a8f7f705610496d7a345b65e593b?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Zulkarnaini Personal Blog</title>
		<link>http://zulkarnainidiran.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://zulkarnainidiran.wordpress.com/osd.xml" title="Zulkarnaini Personal Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://zulkarnainidiran.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>WORKSHOP CAPACITY BUILDING WIDYAISWARA LPMP SUMBAR</title>
		<link>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2011/11/01/workshop-capacity-building-widyaiswara-lpmp-sumbar-2/</link>
		<comments>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2011/11/01/workshop-capacity-building-widyaiswara-lpmp-sumbar-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2011 00:49:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulkarnainidiran</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulkarnainidiran.wordpress.com/?p=381</guid>
		<description><![CDATA[Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Barat menyelenggarakan Workshop Capacity Building untuk para widyaiswara, pejabat struktural, dan staf 30 Oktober sampai dengan 1 November 2011 di kantor lembaga tersebut. Kegiatan diikuti oleh 25 orang peserta. Materi yang dilatihkan meliputi Penulisan Modul, Penelitian Ekperimen, dan Penulisan Buku Teks. Kegiatan dinarasumberi oleh Prof. Dr. Hermawati Syarif untuk <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulkarnainidiran.wordpress.com&amp;blog=5339461&amp;post=381&amp;subd=zulkarnainidiran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Barat menyelenggarakan <em>Workshop Capacity Building</em> untuk para widyaiswara, pejabat struktural, dan staf 30 Oktober sampai dengan 1 November 2011 di kantor lembaga tersebut. Kegiatan diikuti oleh 25 orang peserta. Materi yang dilatihkan meliputi Penulisan Modul, Penelitian Ekperimen, dan Penulisan Buku Teks. Kegiatan dinarasumberi oleh Prof. Dr. Hermawati Syarif untuk penulisan modul, Prof. Dr. Agus Irianto untuk penelitian ekperimen, dan Prof. Dr. Jufrizal, M.Hum.</p>
<p>Kepala LPMP Sumbar, yang diwakili Kepala Bidang Pemetaan dan Supervisi Drs. Derismen dalam pengarahannya pada acara pembukaan menegaskan bahwa kompetensi menulis harus dimiliki oleh widyaiswara dan para staf. Hal itu penting karena terkait dengan tugas pokok dan fungsi widyaiswara. Oleh karena itu, lembaga berusaha memnfasilitasi para widyaiswara untuk meningkatkan kompetensi dalam menulis, terutama menulis modul, laporan penelitian, dan buku teks. Derismen atas nama kepala LPMP mengharapkan agar peserta mengikuti kegiatan ini dengan tekun dan bersugguh.</p>
<p>Prof. Dr. Hermawati Syarif, Guru Besar FBSS UNP pada kegiatan ini  menyajikan makalah “Penulisan Modul Pembelajaran” , Prof. Dr. Agus Irianto, Guru Besar UNP menyajikan, “Penelitian Ekperimen”, dan Prof. Dr. jufrizal, M.Hum. menyajikan, “Ke Arah Memahami dan Menulis Buku Teks”. Hermawati Syarif menguraikan secara ringkas dan sistematis teknik penulisan modul pembelajaran. Langkah-langkah sistematis itu memungkinkan peserta untuk dapat memulai kegiatan menulis modul, terutama untuk pembelajaran di dalam Pendidikan dan Latihan (Diklat) sesuai dengan tugas pokok widyaiswara di LPMP. Prof. Agus Irianto menyajikan fase-fase kerja penelitian eksperimen. Sajiannya berakhir dengan pemberian tugas menyusun desain penelitian eksperimen. Sedangkan Prof. Jufrial, Guru Bear Linguistik FBSS-UNP menyajikan konsep, jenis, dan prosedur menyusun buku teks.</p>
<p>Menurut Jufrial, menulis diawali oleh sarjana Timur, jauh sebelum muncul Universitas di Atena. Aksara Arab, Sangskerta, dan Cina merupakan tulisan-tulisan awal pendokumentasian ilmu. Sampai sekarang masih dapat dilihat bukti-buktinya. Tulisan merupakan sarana pendokumentasian ilmu dan pengetahuan, kata profesor linguistik ini.</p>
<p>Buku adalah bentuk tulisan yang mendokumentasikan ilmu. Buku teks adalah buku yang secara formal dipergunakan untuk mempelajari mata pelajaran atau kuliah di sekolah atau di perguruan tinggi. Buku teks dapat berupa pegangan siswa/mahasiswa, buku teks pegangan guru/dosen, dan buku kerja siswa/mahasiswa, kata Jufrial.</p>
<p>Jufrial menawarkan kerangka buku teks pegangan guru/dosen  sebagai berikut; (1) pokok bahasan; (2) tujuan pembelajaran; (3) metode, teknik, dan media pembelajaran; (4) materi pembelajaran; (5) bacaan lanjutan; (6) informasi pengembangan ; (7) latihan/tugas; dan (8) kunci latihan/tugas.</p>
<p>Menurut Jufrial, Guru Besar Linguistik yang masih muda ini, kerangka buku pada dasarnya dapat berbeda. Perbedaan itu lebih ditentukan oleh pola pikir dan cara belajar suatu etnis atau bangsa. Bangsa Eropa, Amerika, akan berbeda format buku yang disukainya dibandingkan dengan format buku yang disukai oleh bangsa lain. Selanjutnya dikatakan, khusus untuk orang “kita” biasanya memang memerlukan pola dan format yang terpola. Format-format itu justru sangat diperlukan. Bahkan laporan penelitian pun juga perlu ditentukan formatnya, kata Jufrial.</p>
<br />Filed under: <a href='http://zulkarnainidiran.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulkarnainidiran.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulkarnainidiran.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulkarnainidiran.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulkarnainidiran.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zulkarnainidiran.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zulkarnainidiran.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zulkarnainidiran.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zulkarnainidiran.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulkarnainidiran.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulkarnainidiran.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulkarnainidiran.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulkarnainidiran.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulkarnainidiran.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulkarnainidiran.wordpress.com/381/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulkarnainidiran.wordpress.com&amp;blog=5339461&amp;post=381&amp;subd=zulkarnainidiran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2011/11/01/workshop-capacity-building-widyaiswara-lpmp-sumbar-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a41848a7df56921c945855b5c94d91fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulkarnainidiran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DIKLAT PRAJABATAN GOLONGAN TIGA DI LPMP SUMBAR</title>
		<link>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2011/09/27/diklat-prajabatan-golongan-tiga-di-lpmp-sumbar/</link>
		<comments>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2011/09/27/diklat-prajabatan-golongan-tiga-di-lpmp-sumbar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 04:55:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulkarnainidiran</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulkarnainidiran.wordpress.com/?p=364</guid>
		<description><![CDATA[Ada pendidikan dan pelatihan (Diklat)  prajabatan untuk golongan tiga di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Barat. Kegiatan berlangsung dari tanggal 16 September sampai dengan 13 Oktober 2011. Kegiatan diikuti oleh 33 orang peserta calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari Provinsi Nanggro Aceh Darussalam, Sumatera Barat, dan Bengkulu. Dari Aceh berjumlah 13 orang yakni dari <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulkarnainidiran.wordpress.com&amp;blog=5339461&amp;post=364&amp;subd=zulkarnainidiran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada pendidikan dan pelatihan (Diklat)  prajabatan untuk golongan tiga di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Barat. Kegiatan berlangsung dari tanggal 16 September sampai dengan 13 Oktober 2011. Kegiatan diikuti oleh 33 orang peserta calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari Provinsi Nanggro Aceh Darussalam, Sumatera Barat, dan Bengkulu. Dari Aceh berjumlah 13 orang yakni dari Universitas Malikussaleh enam orang dan dari Universitas Syiah Kuala tujuh orang. Dari Sumatera Barat meliputi Kopertis Wilayah X dua orang, Universitas Negeri Padang dua orang, Institut Seni Indonesia Padangpanjang tiga orang, LPMP Sumbar dua orang, Universitas Andalas sepuluh orang, dan dari Bengkulu satu orang.</p>
<p>Peserta pada umumnya adalah CPNS staf pengajar dan staf administrasi. Sajian hari ini yang disampaikan adalah komunikasi efektif. Memandu mereka yang golongan tiga dan apa lagi para dosen, sangatlah menarik. Kecerdasan dan potensi yang mereka miliki dapat dioptimalkan oleh fasilitator. Tugas fasilitator menjadi ringan karena mereka dapat melakuka ekplorasi materi dari berbagai sumber, selain sumber modul yang disiapkan dari pusat.</p>
<p>Hal-hal yang mendasar dalam komunikasi efektif dapat digarap. Terutama komunikasi yang berhubungan dengan profesi mereka sebagai dosen dan staf di perguruan tinggi. Ilmu yang mereka serap selama ini dapat diapungkan. Selain itu komunikasi efektif dapat dilihat pula dari berbagai sudut pandang keilmuan yang mereka miliki. Mereka memang beragam seperti dari fakultas kedokteran, tekni, seni, dan agama. Diskusi kelompok mereka terlihat sangat intens, mereka mencoba melakukan elaborasi terhadap keonsep-konsep yang ada di modul pembelajaran. Fasilitator (Zulkarnaini) lebih banyak melakukan konfirmasi atau penguatan terhadap konsep-konsep yang ditransformasi.</p>
<p>Selamatlah untuk dosen-dosen cerdas yang kini masih CPNS. Di tangan Anda generasi mendatang menggantungkan harapan. (Catatan, Selasa, 27 September 2011)</p>
<br />Filed under: <a href='http://zulkarnainidiran.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulkarnainidiran.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulkarnainidiran.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulkarnainidiran.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulkarnainidiran.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zulkarnainidiran.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zulkarnainidiran.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zulkarnainidiran.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zulkarnainidiran.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulkarnainidiran.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulkarnainidiran.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulkarnainidiran.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulkarnainidiran.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulkarnainidiran.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulkarnainidiran.wordpress.com/364/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulkarnainidiran.wordpress.com&amp;blog=5339461&amp;post=364&amp;subd=zulkarnainidiran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2011/09/27/diklat-prajabatan-golongan-tiga-di-lpmp-sumbar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a41848a7df56921c945855b5c94d91fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulkarnainidiran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGAWAS SEKOLAHKU, ENGKAU KUTUNGGU</title>
		<link>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2011/07/21/pengawas-sekolahku-engkau-kutunggu/</link>
		<comments>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2011/07/21/pengawas-sekolahku-engkau-kutunggu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jul 2011 05:30:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulkarnainidiran</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulkarnainidiran.wordpress.com/?p=359</guid>
		<description><![CDATA[Pengawas sekolahku, aku menunggumu di tempat tugasku. Pengawas sekolahku, aku menunggumu. Aku menunggu setiap hari di tempat tugasku. Aku mengharapkan kedatanganmu untuk melakukan tiga hal terhadap kinerjaku. Ketiga hal itu adalah: (1) memantau kinerjaku dalam  proses pembelajaran; (2) mensupervisi kinerjaku dalam  proses pembelajaran; dan (3) mengevaluasi kinerjaku dalam proses pembelajaran. Aku telah bekerja secara optimal. <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulkarnainidiran.wordpress.com&amp;blog=5339461&amp;post=359&amp;subd=zulkarnainidiran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengawas sekolahku, aku menunggumu di tempat tugasku. Pengawas sekolahku, aku menunggumu. Aku menunggu setiap hari di tempat tugasku. Aku mengharapkan kedatanganmu untuk melakukan tiga hal terhadap kinerjaku. Ketiga hal itu adalah: (1) memantau kinerjaku dalam  proses pembelajaran; (2) mensupervisi kinerjaku dalam  proses pembelajaran; dan (3) mengevaluasi kinerjaku dalam proses pembelajaran. Aku telah bekerja secara optimal. Aku telah membuat perencanaan proses pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran, dan menilai proses dan hasil belajar. Hal itu sudah aku lakukan sesuai dengan pengarahanmu ketika <em>workshop</em> dulu. Katamu, semua yang dilakukan yang berhubungan dengan proses pembelajaran harus mengacu kepada Standar Proses, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41/2007. Hal itu telah kulakukan, telah kukerjakan, bahkan telah kuoptimalkan. Oleh karena itu pulalah aku menunggumu di tempat tugasku.</p>
<p>Pengawas sekolahku, aku menunggu kedatanganmu untuk memantau kinerjaku. Aku mau, hasil pemantauanmu  menghasilkan data yang autentik dan objektif tentang kinerjaku. Data itu tentu engkau peroleh dengan cara menggunakan instrumen yang sesuai dan proses yang benar. Hal itu penting bagiku. Dengan datamu itu, aku dapat melihat sosokku, wajahku, dan perilakuku dalam proses pembelajaran. Dari data itu aku akan melihat diriku sebagai pendidik dalam kaca bening yang terang benderang. Datamu itu pulalah yang akan membantuku untuk melakukan pengembangan keprofesian secara berkelanjutan. Hal itu yang engkau tegaskan ketika  datang ke tempat tugasku tahun lalu, bahwa guru harus melakukan pengembangan keprofesian secara berkelanjutan. Katamu, itu tertuang di dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan reformasi Birokrasi Nomor 16/2009 tentang jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.</p>
<p>Pengawas sekolahku, hasil pemantauanmu terhadap kinerjaku menggambarkan sosokku sebagai profesional. Bisa jadi, aku masih jauh dari yang diharapkan, atau bisa jadi aku sudah memenuhi harapan, atau mungkin sudah melebihi harapan. Aku sendiri tidak akan pernah tahu itu, karena aku tidak pernah melihat diriku secara objektif. Oleh karena itu, PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), menugaskan Engkau pengawas sekolahku bersama kepala sekolah untuk mengawasi aku. Hal itu pun juga telah Engkau sampaikan kepadaku ketika menjadi narasumber dalam suatu kegiatan tahun yang lalu. Itu pulalah sebabnya, aku menunggumu, Pengawas Sekolahku.</p>
<p>Pengawas sekolahku, data yang Engkau peroleh melalui pemantauan bisa jadi menggambarkan kekurangan dan kelemahanku. Oleh karena itu, aku merindukan kedatanganmu untuk mensupervisiku. Supervisi dalam konteks ini adalah pemberdayaan, pembinaan, dan motivasi. Supervisi bukan berarti mencari kesalahanku dan memberikan tekan psikologis kepadaku atas kesalahan itu, bukan, bukan itu yang kurindukan. Supervisi yang Engkau lakukan kepadaku hendaknya menjadikan aku semakin profesional, menjadikan aku mampu memecahkan masalahku sendiri. Supervisi itu pulalah yang akan menjadikan aku termotivasi untuk tumbuh, berkembang ke arah yang lebih baik dan lebih profesional. Itulah sebabnya Pengawas Sekolahku, aku menunggumu.</p>
<p>Pengawas sekolahku, ketika Engkau mensupervisiku berarti aku mendapat pembinaan. Kekurangan, kelemahan, dan kealpaanku dalam bertuga kuperbaiki. Ibaratnya aku sedang sakit, Engkau adalah dokter yang datang mengobati. Hasil pembinaanmu itu dapat dilihat lagi secara autentik. Untuk melihatnya  Engkau harus mengevaluasi kinerjaku. Evaluasi dalam konteks ini adalah melihat kembali kinerjaku dan membandingkannya dengan standar nasional pendidikan. Mengevaluasi bukan pula berarti menginventarisasi semua kesalahanku dan bukan pula untuk memberikan pujian berlebihan, tetapi untuk mengkomparasi kinerjaku dengan standar nasional pendidikan yang berlaku. Untuk itulah kehadiranmu di tempat tugasku sangat kuperlukan, Pengawas Sekolahku.</p>
<p>Pengawas sekolahku, aku menunggumu. Menunggumu agar aku bisa dipantau, disupervisi, dan dievaluasi. Hal yang Engkau pantau, supervisi, dan evaluasi adalah kinerjaku menyusun perencanaan proses pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran, dan menilai hasil belajar. Supervisilah aku dalam ketiga bidang itu dan evaluasi juga dalam ketiga hal itu. Mudah-mudahan dengan melakukan pemantauan, supervisi, dan evaluasi terhadap kinerjaku sebagai pendidik profesional, dunia pendidikan kita bangkit, mutu pendidikan kita melejit, dan pendidik tidak akan dipergunjingkan lagi dalam arti negatif. Pengawas sekolahku, aku menunggumu di tempat tugasku. Di situlah lahan dan ladang kerjamu. Salam maaf, Pengawas Sekolahku.</p>
<p>Tugu, Bogor, 20 Juli 2011</p>
<br />Filed under: <a href='http://zulkarnainidiran.wordpress.com/category/opini/'>Opini</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulkarnainidiran.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulkarnainidiran.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulkarnainidiran.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulkarnainidiran.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zulkarnainidiran.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zulkarnainidiran.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zulkarnainidiran.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zulkarnainidiran.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulkarnainidiran.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulkarnainidiran.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulkarnainidiran.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulkarnainidiran.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulkarnainidiran.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulkarnainidiran.wordpress.com/359/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulkarnainidiran.wordpress.com&amp;blog=5339461&amp;post=359&amp;subd=zulkarnainidiran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2011/07/21/pengawas-sekolahku-engkau-kutunggu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a41848a7df56921c945855b5c94d91fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulkarnainidiran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENYUSUNAN BAHAN AJAR STANDAR NASIONAL</title>
		<link>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2011/04/26/penyusunan-bahan-ajar-standar-nasional/</link>
		<comments>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2011/04/26/penyusunan-bahan-ajar-standar-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 04:10:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulkarnainidiran</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulkarnainidiran.wordpress.com/?p=350</guid>
		<description><![CDATA[Penyusunan bahan ajar atau modul diklat adalah salah satu dari sekian banyak tugas widyaiswara. Kewajiban menyusunan bahan ajar itu tertuang di dalam Keputusan Menegpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 14/2009 tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya. Oleh karena itu, kemampuan widyaiswara dalam menyusun bahan ajar perlu ditingkatkan dan dikembangkan terus-menerus. Kata Kepala Lembaga Penjaminan Mutu <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulkarnainidiran.wordpress.com&amp;blog=5339461&amp;post=350&amp;subd=zulkarnainidiran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penyusunan bahan ajar atau modul diklat adalah salah satu dari sekian banyak tugas widyaiswara. Kewajiban menyusunan bahan ajar itu tertuang di dalam Keputusan Menegpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 14/2009 tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya. Oleh karena itu, kemampuan widyaiswara dalam menyusun bahan ajar perlu ditingkatkan dan dikembangkan terus-menerus. Kata Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Kepala Bidang Pemetaan dan Supervisi Mutu Pendidikan (PSMP), Drs. Derismen dalam acara pembukaan workshop penyusunan bahan ajar standar nasional Selasa (12/4) di LPMP Sumbar.<span id="more-350"></span><br />
Workshop penyusunan bahan ajar standar nasional itu diikuti oleh lima belas orang widyaiswara dan sejumlah teknisi dari bidang PSMP. Bahan ajar yang disusun meliputi lima standar nasional pendidikan yakni standar isi, standar kompetensi lulusan, standar penilaian, dan standar pengelolaan. Kegiatan yang didampingi langsung oleh Kabid PSMP dan Kasi Supervisi Dra. Nellis, M.Pd.<br />
Penyusunan bahan ajar berlangsung selama lima hari. Materi tiap bahan ajar meliputi konsep-konsep dan teknik penerapannya pada satuan pendidikan. Pola penyusunan bahan ajar mengikikuti pola yang disarankan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan oleh widyaiswara untuk penghitungan angka kreditnya. Selain itu, bahan ajar tersebut akan digunakan oleh LPMP Provinsi Sumatera Barat untuk melakukan pendampingan satuan pendidikan dasar dan menengah di provinsi ini.<br />
Penyusunan bahan ajar standar nasional ini menggunakan metode diskusi, penugasan, dan peresentasi. Bahan-bahan yang menjadi acuan konsep dan aplikasi didiskusikan untuk mendapatkan bahan yang valid. Hasil diskusi dituangkan ke dalam bentuk tulisan yang mengacu kepada ketentuan LAN dan BKN&amp;RB. Penuangan ke dalam format-fotmat acuan itu melaahirkan draf bahan ajar. Untuk penyempurnaan, bahan tersebut dipresentasikan dan dikritisi, diberi masukan, dan disempurnakan oleh peserta workshop.<br />
Widyaiswara LPMP yang menjadi pelaku utama kegiatan ini memberikan apresiasi kepada Bidang PSMP yang telah menggagas kegiatan. Hal itu selain dapat membantu widyaiswara untuk mengumpulkan angka kredit juga menjadi wahana berbagi imformasi antarsesama. “Seyogyanya, hal ini memang dilakukan setiap tahun dan untuk setiap kegiatan. Dengan demikian, widyaiswara akan memiliki persepsi dan resepsi yang sama terhadap setiap kegiatan diklat atau pendampingan,” kata Drs. Haji Ajisman widyaiswara senior yang juga Koordinator Widyaiswara LPMP Sumbar. (http:// zulkarnaini.net)</p>
<br />Filed under: <a href='http://zulkarnainidiran.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulkarnainidiran.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulkarnainidiran.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulkarnainidiran.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulkarnainidiran.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zulkarnainidiran.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zulkarnainidiran.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zulkarnainidiran.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zulkarnainidiran.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulkarnainidiran.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulkarnainidiran.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulkarnainidiran.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulkarnainidiran.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulkarnainidiran.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulkarnainidiran.wordpress.com/350/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulkarnainidiran.wordpress.com&amp;blog=5339461&amp;post=350&amp;subd=zulkarnainidiran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2011/04/26/penyusunan-bahan-ajar-standar-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a41848a7df56921c945855b5c94d91fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulkarnainidiran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>POHON BERMUTU</title>
		<link>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2011/03/22/pohon-bermutu/</link>
		<comments>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2011/03/22/pohon-bermutu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2011 08:27:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulkarnainidiran</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulkarnainidiran.wordpress.com/?p=348</guid>
		<description><![CDATA[Program BERMUTU diluncurkan dua tahun yang lalu. Tahun ini masuk tahun kedua di Sumatera Barat. BERMUTU adalah akronim, kependekan. Kepanjangannya adalah Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgriding. Bila diindonesiakan mengandung arti “peningkatan mutu pendidikan melalui peningkatan komepetensi dan kinerja guru”. Hanya enam dari sembilan belas kabupaten kota di Sumatera Barat yang mendapat <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulkarnainidiran.wordpress.com&amp;blog=5339461&amp;post=348&amp;subd=zulkarnainidiran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Program BERMUTU diluncurkan dua tahun yang lalu. Tahun ini masuk tahun kedua di Sumatera Barat. BERMUTU adalah akronim, kependekan. Kepanjangannya adalah Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgriding. Bila diindonesiakan mengandung arti “peningkatan mutu pendidikan melalui peningkatan komepetensi dan kinerja guru”. Hanya enam dari sembilan belas kabupaten kota di Sumatera Barat yang mendapat program ini. Lima kabupaten yang mendapat adalah Pasaman, Tanahdatar, Solok, Sijunjung, dan Dharmasraya. Satu kotanya adalah kota Payakumbuh. Program ini memberikan bantuan dalam bentuk dana bantuan langsung (DBL) kepada kelompok kerja guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah pada pendidikan dasar ( SD dan SLTP).<span id="more-348"></span></p>
<p>Kelompok kerja Sekolah Dasar (SD) yang mendapat DBL adalah Kelompok Kerja Guru (KKG), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), dan Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS). Dua kelompok terkahir (KKKS dan KKPS) mendapat DBL karena KKG di daerahnya mendapat bantuan yang sama. Rasionalnya adalah, KKPS mendapat bantuan supaya ikut bersama-sama membina KKKS dan KKG. KKKS mendapat bantuan supaya bersama-sama membina KKG. Untuk kepentingan pembinaan itu, KKPS mendapat jumlah bantuan lebih banyak dari KKKS. KKKS mendapat bantuan lebih banyak dari KKG. Hal itu memang terkait dengan konsep BERMUTU, yakni peningkatan mutu pendidikan melalui peningkatan kompetensi dan konerja guru. Pengawas sekolah melalui KKPS, kepala sekolah melalui KKKS bersama-sama membina guru untuk peningkatan komepetnsi dan kinerjanya yang pada akhirnya dapat meningkatkan mutu pendidikan.</p>
<p>Kelompok kerja Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mendapat DBL adalah Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). MGMP yang diprioritaskan ada empat mata pelajaran yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam. Dua kelompok lagi yang mendapat bantuan adalah Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Musyawarah Kerja Pengaws Sekolah (MKPS). Seperti juga di SD, kedua kelompok terakhir mendapat DBL karena MGMP di daerahnya memperoleh dana bantuan langsung (DBL) yang sama. Intinya sama, supaya kedua kelompok terkahir bersama-sama membina guru SMP di kelompoknya, yaitu MGMP.</p>
<p>Setiap kelompok penerima DBL wajib melaksanakan pertemuan. Dalam satu tahun sekurang-kurangnya mengadakan pertemuan enam belas kali. Pertemuan yang enambelas kali itu diisi dengan materi-materi yang berorientasi kepada peningkatan kompetensi dan kinerja guru. Setiap pertemuan dipandu oleh guru pemandu, kepala sekolah pemandu, dan pengawas pemandu. Para pemandu berkewajiban memandu setiap kegiatan dan setiap pertemuan. Untuk memudahkan para pemandu bekerja, program BERMUTU menyediakan bahan belajar mandiri (BBM) yang dikembangkan dalam bentuk modul-modul. Modul tersebut dapat diunduh melalui situs BERMUTU dan juga dibagikan kepada setiap pemandu dan pengurus kelompok kerja.</p>
<p>Selain pertemuan yang enam belas itu, setiap kelompok diharuskan mengadakan pertemuan awal yakni tiga kali pertemuan bagi penerima DBL baru (tahun pertama) dan satu kali pertemuan bagi penerima DBL lama (tahun kedua). Pertemuan awal itu pada dasarnya pertemuan persiapan untuk pertemuan reguler (enam belas kali). Hal-hal yang akan dilaksanakan pada pertemuan reguler, tagihan-tagihan yang harus dipenuhi, tugas-tugas yang harus dikerjakan peserta, bantuan yang diperlukan dari pemerintah daerah, dan sebaginya, dibahas pada pertemuan persiapan itu. Dengan pertemuan awal tersebut diharapkan semua peserta program benar-benar memahami keberadaan BERMUTU sebagai upaya untuk peningkatan mutu pendidikan melalui peningkatan kompetensi dan kinerja guru.</p>
<p>Model pembelajaran dalam program BERMUTU adalah memadukan enam hal pokok. Keenam hal pokok itu adalah penelitian tindakan kelas (PTK), kajian pembelajaran (lesson study), studi kasusu (case study), PAKEM (pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan), kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), dan manajemen berbasis sekolah (MBS). Keenam hal dipadukan dalam satu kesatuan sehingga merupakan sebatang pohon yang lengkap. Pohon belajar yang komprehensif dan holistik. Keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh keberhasilan memadukan keenam elemen itu.</p>
<p>Saya menyebutnya pembelajaran dengan “pohon BERMUTU”. Batang utamanya adalah penelitian tindakan kelas. Cabang-cabangnya adalah lesson study, case study, dan PAKEM. Pangkal batangnya adalah KTSP, dan akarnya adalah MBS. Artinya, pembelajaran berlangsung dalam suasana melakukan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas diawali dengan case study (studi kasus). Hasil studi kasus adalah identiikasi masalah pembelajaran yang merupakan langkah awal PTK. Lesson study hadir sebagai pelaksanaan tindakan dalam PTK. Pelaksanaan tindakan akan memperlihatkan kolaborasi antara guru dalam proses pembelajaran. PAKEM berfungsi untuk melahirkan model-model dan inovasi pembelajaran. KTSP merupakan pangkalnya, basisnya. Sedangkan MBS sebagai akarnnya adalah untuk mencari makanan agar pohon ini tetap hidup. Itulah gambaran dari kegiatn BERMUTU yang saya sebut dengan POHON BERMUTU. (zulkarnaini.net)</p>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://zulkarnainidiran.wordpress.com/category/berita/'>Berita</a>, <a href='http://zulkarnainidiran.wordpress.com/category/kegiatan/'>Kegiatan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulkarnainidiran.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulkarnainidiran.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulkarnainidiran.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulkarnainidiran.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zulkarnainidiran.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zulkarnainidiran.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zulkarnainidiran.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zulkarnainidiran.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulkarnainidiran.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulkarnainidiran.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulkarnainidiran.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulkarnainidiran.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulkarnainidiran.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulkarnainidiran.wordpress.com/348/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulkarnainidiran.wordpress.com&amp;blog=5339461&amp;post=348&amp;subd=zulkarnainidiran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2011/03/22/pohon-bermutu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a41848a7df56921c945855b5c94d91fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulkarnainidiran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ada Blog Baru: http:/zulkarnaini.net</title>
		<link>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2010/11/17/ada-blog-baru-httpzulkarnaini-net/</link>
		<comments>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2010/11/17/ada-blog-baru-httpzulkarnaini-net/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Nov 2010 06:39:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulkarnainidiran</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[blog baru]]></category>
		<category><![CDATA[http://zukarnaini.net]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulkarnainidiran.wordpress.com/?p=336</guid>
		<description><![CDATA[Anda sudah biasa atau pernah berkunjung ke blog ini. Blog:http://zulkarnainidiran.wordpress.com. Terhitung 15 November 2010, ada blog baru sebagai penggantinya. Blog itu beralamat: http://zulkarnaini.net. Penggantian blog ini dimaksudkan untuk memunculkan nuansa baru dalam berkomunikasi. Hal baru mungkin hanya nuansanya. Isinya tetap sama, tentang pendidik dan tenaga kependidikan. Subjek yang menjadi sasaran atau pembacanya tetap pendidik dan <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulkarnainidiran.wordpress.com&amp;blog=5339461&amp;post=336&amp;subd=zulkarnainidiran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda sudah biasa atau pernah berkunjung ke blog ini. Blog:http://zulkarnainidiran.wordpress.com. Terhitung 15 November 2010, ada blog baru sebagai penggantinya. Blog itu beralamat: http://zulkarnaini.net. Penggantian blog ini dimaksudkan untuk memunculkan nuansa baru dalam berkomunikasi. Hal baru mungkin hanya nuansanya. Isinya tetap sama, tentang pendidik dan tenaga kependidikan. Subjek yang menjadi sasaran atau pembacanya tetap pendidik dan tenaga kependidikan. Objeknya tetap juga tentang pendidikan, pengajaran, kurikulum, pengawasan, dan manajemen pendidikan.  Mudah-mudahan Anda nyaman berkunjung ke blog baru ini. Selamat datang di http://zulkarnaini.net</p>
<br />Filed under: <a href='http://zulkarnainidiran.wordpress.com/category/berita/'>Berita</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulkarnainidiran.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulkarnainidiran.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulkarnainidiran.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulkarnainidiran.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zulkarnainidiran.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zulkarnainidiran.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zulkarnainidiran.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zulkarnainidiran.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulkarnainidiran.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulkarnainidiran.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulkarnainidiran.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulkarnainidiran.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulkarnainidiran.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulkarnainidiran.wordpress.com/336/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulkarnainidiran.wordpress.com&amp;blog=5339461&amp;post=336&amp;subd=zulkarnainidiran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2010/11/17/ada-blog-baru-httpzulkarnaini-net/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a41848a7df56921c945855b5c94d91fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulkarnainidiran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEMINGGU BERSMA GURU PEMANDU KKG</title>
		<link>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2010/09/17/seminggu-bersma-guru-pemandu-kkg/</link>
		<comments>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2010/09/17/seminggu-bersma-guru-pemandu-kkg/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Sep 2010 01:13:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulkarnainidiran</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulkarnainidiran.wordpress.com/?p=329</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Zulkarnaini Dulu, bertemu dengan seorang guru kesannya lain. “Kerja di mana, Bu?” Mereka akan menjawab, “Saya hanya guru, Pak.” Jika hal yang sama ditanya kepada guru SD, mereka akan jawab, “Saya hanya guru, Pak, guru SD”. Itu dulu, lima atau sepuluh tahun lalu. Kini hal itu telah berubah. Jika guru ditanya, ia akan menjawab <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulkarnainidiran.wordpress.com&amp;blog=5339461&amp;post=329&amp;subd=zulkarnainidiran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Zulkarnaini</p>
<p>Dulu, bertemu dengan seorang guru kesannya lain. “Kerja di mana, Bu?” Mereka akan menjawab, “Saya <em>hanya</em> guru, Pak.” Jika hal yang sama ditanya kepada guru SD, mereka akan jawab, “Saya <em>hanya</em> guru, Pak, <em>guru SD</em>”. Itu dulu, lima atau sepuluh tahun lalu. Kini hal itu telah berubah. Jika guru ditanya, ia akan menjawab dengan pasti, tegas, dan optimis, “Saya guru, Pak. Guru SD”. Begitu mereka menjawab. Kata <em>hanya </em>mulai hilang dari kosakata mereka. Kata yang bekonotasi <em>marjinal </em>itu mulai hapus dari kamus mereka. Itulah perubahan awal yang terjadi pada guru-guru kita. Sekurang-kurangnya itulah fenomena yang ditangkap ketika seminggu bersama rekan sejawat guru Sekolah Dasar, guru pemandu KKG program BERMUTU (<em>Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading</em>)<span id="more-329"></span><!--more-->.</p>
<p>Guru kita kini mulai percaya diri. Harga dirinya mulai meningkat. Tampilannya mulai meyakinkan. Masyarakat pun mulai mengapresiasi eksitensi guru saat ini. Penghargaan masyarakat terhadap guru mulai tumbuh. Jika dulu ada yang bertanya pekerjaan, kemudian guru menjawab, “Saya guru”. Orang (anggota masyarakat) yang mendengar informasi ini biasanya  merespon, “Oooh, guru”. Respon itu berkonotasi merendahkan, melecehkan, memarjinalkan profesi guru. Kata, “<em>ooo guru</em>” itulah yang mengindikasikan pelecehan. Kini hal itu pun mulai berkurang. Tentu kita berharap pernyataan masyarakat yang berkonotasi seperti negatif itu lama-lama harus dihilangkan. Seiring dengan tumbuhnya kembali percaya diri guru, masyarakat haruslah mengapresiasi profesi ini.</p>
<p>Berkumpul di ruang rapat “Dang Tuangku” hotel berbintang, hotel Pusako Bukittinggi.  Sejawat guru pemandu KKG program BERMUTU duduk di kursi masing-masing sambil menunggu informasi dari narasumber. Optimis, antusias, besemangat, begairah, dan bersungguh-sungguh itulah yang terpancar dari wajah mereka.</p>
<p>Paradigma (pola berpikir dan pola bertindak) guru mulai berubah. Sikap profesionalnya mulai tumbuh. Hal itu dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu faktornya adalah adanya pengakuan pemerintah atas profesi guru sebagai jabatan fungsional. Pengakuan itu  memicu semangat guru menjadi profesional. Pengakuan itu melejitkan rasa optimis guru untuk mengemban tugas sebagai abdi pendidikan, abdi bangsa, dan abdi negara. Secara moral, sebenarnya inilah yang menjadi landasan atau basis tempat guru berangkat menapaki karirnya sebagai profesional.</p>
<p>Keyakinan itu semakin kuat ketika  di depan setiap sejawat guru ini ada <em>laptop</em> yang akan digunakan selama pelatihan seperti yang disyaratkan panitia. Laptop itu mereka bawa sendiri dari rumah atau dari sekolah, bukan disediakan panitia. Hebat dan luar biasa kesannya, guru SD pelatihan di hotel berbintang dan menggunakan alat canggih sebagai instrumen pelatihannya.</p>
<p>Kegiatan demi kegiatan diikuti sejawat guru dengan optimis. Mereka menerima informasi, petunjuk, dan teknik kerja dari narasumber (widyaiswara). Petunjuk praktis diberikan dalam tempo yang singkat, kemudian mereka bekerja, bekerja, dan bekerja. Inti pekerjaannya adalah membaca dan menulis. Hal yang dibaca adalah modul-modul program BERMUTU yang telah disediakan panitia dalam bentuk cetakan dan <em>soft copy. </em>Cetakan diberika dalam bentuk contoh sedangkan <em>soft copy</em> diberikan utuh. Mereka membaca kedua hal itu dengan sungguh-sungguh. Hal yang mereka tuliskan adalah sarian bacaannya. Informasi yang diterima dari modul dituangkan kembali ke dalam tulisan. Adakalanya mereka menulis <em>powerpoint</em> sesuai dengan alur kegiatan. <em>Powerpoint</em> itu akan mereka gunakan untuk presentasi pada kegiatan-kegiatan berikutnya. Begitulah hari-hari (selama delapan hari) diisi oleh guru pemandu KKG di hotel ini.</p>
<p>Hal menarik lain yang terjadi di kelas pelatihan ini adalah berlatih mempermahir menggunakan atau mengoperasikan <em>laptop.</em> Ada yang baru menyentuk laptop pada kegiatan ini. Selama ini belum pernah mencobanya. Bahkan ada yang membeli laptop di Bukittinggi pada hari kedua kegiatan. Hal menarik itu adalah bagaimana mereka bersungguh-sungguh belajar, mencobakan, merespon kesalahan, mencoba lagi, dan sampai bisa. “Jika di rumah kami tidak sempat belajar optimal, tetapi di sini dapat berlatih secara sungguh-sungguh”, kata rekan sejawat guru pemandu yang dominan kaum ibu ini.</p>
<p>Ada tiga tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan ini. Ketiga tujuan itu adalah: terlatih menggunakan bahan belajar mandiri (BBM); meningkatkan kemampuan menjadi pemandu di KKG; dan mantap menggunakan BBM program BERMUTU untuk menfasilitasi guru-guru di KKG (kelompok kerja guru) di derahnya. Dalam rangka mencapai tujuan itulah, sejawat guru pemandu KKG ini melakukan dua hal pokok itu yaitu membaca dan menulis. Seolah-olah mereka memang memaksa diri membaca dan menulis. Sedangkan untuk membaca dan menulis tersebut diperlukan keterampilan menggunakan <em>laptop. </em>Menggunakan dan mengoperasikan berbagai program yang ada di dalam perangkat komputer itu.</p>
<p>Kegiatan ini sepertinya berhasil memotivasi sejawat guru untuk belajar. Inti kegiatan ini memang dua, yakni membaca dan menulis. Kegiatan membaca pada hakikatnya landasan utama bagi guru untuk peningkatan keprofesionalan secara berkelanjutan. Pada saat berhenti membaca, saat itu pula terjadi pendangkalan keprofesionalan. Setinggi apapun pendidikan, sebanyak apapun ijazah, dan sebanyak apapun perguruan tinggi yang diduduki jika berhenti membaca, berarti proses pembodohan telah berlangsung secara struktural. “Memaksa” sejawat guru membaca bahan belajar mandiri (BBM) dalam kegiatan ini ternyata berhasil. Sekurang-kurangnya berhasil memotivasi dan membangkitkan gairah membaca mereka.</p>
<p>Menulis adalah inti kegiatan kedua dalam program ini. Keterampilan menulis memang harus dimiliki oleh sejawat guru. Menulis berarti mengomunikasikan, mengongkretkan, dan mengaktualisasikan pikiran, konsep, perasaan dalam bentuk bahasa tulis. Untuk melatih guru menulis diawali dari menuliskan kembali hasil bacaannya. Perolehan dari bacaan BBM yang ditangkapnya, dituangkan kembali dalam bentuk tulisan. Tulisan itu dapat berupa ringkasan dan dapat pula berbentuk bahan presentasi. Di sinilah letak keberhasilan program ini dalam memotivasi dan melatih sejawat guru.</p>
<p>Ada ungkapan yang pernah dilontarkan tentara, “lebih baik mandi keringat waktu latihan daripada manid darah waktu perang.” Pernyataan ini kelihatannya tertanam kepada sejawat guru pemandu. Mereka memang harus mempersiapkan diri untuk menjadi pemandu guru di kelompok KKG. Untuk menjadi pemandu diperlukan sekurang-kurangnya kedua kompetensi itu, yaitu kompetensi membaca dan menulis. Oleh karena itu pula barangkali, sejawat guru pemandu ini benar-benar berusaha berlatih agar jangan “mandi darah waktu perang.”</p>
<p>Delapan hari berlalu tanpa terasa. Kegiatan berakhir. Usai penutupan, peserta, narasumber, dan panitia penyelenggara saling bersalaman dan bermaaafan. Kemudian kembali ke tempat masing-masing. Selamat berkarya, sejawat pemandu KKG Sumatera Barat.</p>
<br />Filed under: <a href='http://zulkarnainidiran.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulkarnainidiran.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulkarnainidiran.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulkarnainidiran.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulkarnainidiran.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zulkarnainidiran.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zulkarnainidiran.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zulkarnainidiran.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zulkarnainidiran.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulkarnainidiran.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulkarnainidiran.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulkarnainidiran.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulkarnainidiran.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulkarnainidiran.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulkarnainidiran.wordpress.com/329/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulkarnainidiran.wordpress.com&amp;blog=5339461&amp;post=329&amp;subd=zulkarnainidiran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2010/09/17/seminggu-bersma-guru-pemandu-kkg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a41848a7df56921c945855b5c94d91fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulkarnainidiran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BERPUASA DI PUSAKO, BUKITTINGGI, SUMBAR</title>
		<link>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2010/08/28/berpuasa-di-posako/</link>
		<comments>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2010/08/28/berpuasa-di-posako/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 08:01:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulkarnainidiran</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulkarnainidiran.wordpress.com/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[Ramadan tahun ini hebat. Minggu yang lalu (tujuh hari) kegiatan di hotel The Hills Bukittinggi. Kegiatannya memandu rekan sejawat anggota Tim Inti Kabupaten/Kota  &#8211; District Core Team (DCT) program BERMUTU lima kabupaten dan satu kota. Minnggu ini (26/8 -4/9) berpuasa di hotel Pusako Bukittinggi. Kegiatannya memandu rekan sejawat guru Pemandu KKG empat kabupaten (Pasaman, Tanahdatar, <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulkarnainidiran.wordpress.com&amp;blog=5339461&amp;post=303&amp;subd=zulkarnainidiran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ramadan tahun ini hebat. Minggu yang lalu (tujuh hari) kegiatan di hotel The Hills Bukittinggi. Kegiatannya memandu rekan sejawat anggota Tim Inti Kabupaten/Kota  &#8211; <em>District Core Team</em> (DCT) program BERMUTU lima kabupaten dan satu kota. Minnggu ini (26/8 -4/9) berpuasa di hotel Pusako Bukittinggi. Kegiatannya memandu rekan sejawat guru Pemandu KKG empat kabupaten (Pasaman, Tanahdatar, Darmasraya, dan Solok). Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, satu lokal belajar 140 orang. Luar biasa memang, kelas besar. Rekan sejawat  ini dipersiapkan untuk menjadi guru pemandu yang piawai. Mereka akan bertugas di Kelompok Kerja Guru (KKG) Sekolah Dasar yang tersebar di berbagai pelosok di empat kabupaten itu.</p>
<p>Melatih guru dengan jumlah besar dalam satu ruangan pada bulan puasa, bukanlah pekerjaan yang mudah. Pesertanya memiliki latar belakang budaya yang heterogen, perbedaan tingkat usia yang agak tinggi, dan latar belakang pendidikan yang bervariasi. Mereka datang ke tempat kegiatan dengan motivasi yang beragam. Selain itu, cara dinas pendidikannya merekrut anggota juga berbeda, sehingga guru-guru yang hadir juga sangat tinggi variasi pengalamannya. Hari-hari pertama, berjalan teramat berat karena peserta dan narasumber saling menyesuaikan diri dengan puluhan modul belajar. Pada saat penyesuaian diri mulai terlihat, pekerjaan berat yang tadinya dibayangkan, kelihat menjadi agak mudah.</p>
<p>Jumlah peserta yang di atas seratus orang itu, dipandu hanya oleh empat orang widyaiswara (Zulkarnaini, Sukirman, Taufik, dan Momon Fikri). Ruang belajarnya ruang besar, peserta dikumpul di ruangan itu, bimbingan diberikan berkelompok, bahkan kadang-kadang individu. Konsekuensi logis dari kegiatan itu tentu menguras tenaga dan energi. Oleh karena itu, diperlukan energi tambahan atau diperlukan penggunaan tenaga secara berhemat.</p>
<p>Berhadapan dengan sejawat guru-guru Sekolah Dasar ada enaknya. Tingkat kesungguhan mereka sangat tinggi. Keserisuannya luar biasa. Mereka benar-benar menuntut sampai paham. Bahkan kadang-kadang terkesan agak <em>nyinyir</em> dalam konteks positif. Selain itu, mereka selalu menyelesaikan tugas tepat waktu. Semua tugas yang diberikan mereka kerjakan. Kalau tidak selesai dalam tugas di ruang belajar, mereka membawanya kekamar. Besoknya tugas sudah dilaporkan. Itulah di antaranya enaknya bersama rekan sejawat guru Sekolah Dasar.</p>
<p>Betapapun beratnya, betapapun sulitnya, dan berapapun energi yang dikurasnya ini adalah tugas sebagai pendidik. Ini adalah pekerjaan sebagai abdi pendidikan, abdi negara (kalau tidak berlebihan). Tentu saja kalau diniatkan dengan tulus, dilakukan dengan ikhlas, dan dikerjakan dengan penuh tanggung jawab, pekerjaan ini akan menjadi amal saleh, bahkan dijanjikan pahalanya oleh Allah (menurut islam). &#8220;<em>Sesungguhnya Allah, para malaikat, penduduk langit dan bumi, sampai semut dan ikan mendoakan kebaikan kepada orang yang mengajar kebaikan kepada manusia</em>&#8221; (HR Tirmidzi dan Thabrani). Semoga.</p>
<br />Filed under: <a href='http://zulkarnainidiran.wordpress.com/category/berita/'>Berita</a>, <a href='http://zulkarnainidiran.wordpress.com/category/kegiatan/'>Kegiatan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulkarnainidiran.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulkarnainidiran.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulkarnainidiran.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulkarnainidiran.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zulkarnainidiran.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zulkarnainidiran.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zulkarnainidiran.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zulkarnainidiran.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulkarnainidiran.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulkarnainidiran.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulkarnainidiran.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulkarnainidiran.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulkarnainidiran.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulkarnainidiran.wordpress.com/303/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulkarnainidiran.wordpress.com&amp;blog=5339461&amp;post=303&amp;subd=zulkarnainidiran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2010/08/28/berpuasa-di-posako/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a41848a7df56921c945855b5c94d91fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulkarnainidiran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BERPUASA RAMADAN DI HOTEL THE HILLS DAN PUSAKO BUKITTINGGI</title>
		<link>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2010/08/23/berpuasa-ramadan-di-hotel-the-hills-dan-pusako-bukittinggi/</link>
		<comments>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2010/08/23/berpuasa-ramadan-di-hotel-the-hills-dan-pusako-bukittinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2010 07:50:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulkarnainidiran</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulkarnainidiran.wordpress.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Barat menyelenggarakan pelatihan untuk Tim Inti Kabupaten/Kota (District Core Team &#8211; DCT) program Better Education through Reformed Management and Universal Teacer Upgrading (BERMUTU). Kegiatan diselenggaran 18 s.d. 25 Agustus 2010 di dua hotel The Hills dan Pusako. Peserta pelatihan adalah anggota tim inti dari enam kabupaten kota peserta program <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulkarnainidiran.wordpress.com&amp;blog=5339461&amp;post=293&amp;subd=zulkarnainidiran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Barat menyelenggarakan pelatihan untuk Tim Inti Kabupaten/Kota (District Core Team &#8211; DCT) program Better Education through Reformed Management and Universal Teacer Upgrading (BERMUTU). Kegiatan diselenggaran 18 s.d. 25 Agustus 2010 di dua hotel The Hills dan Pusako. Peserta pelatihan adalah anggota tim inti dari enam kabupaten kota peserta program ini. Kabupaten/kota yang mengikuti adalah Pasaman, Payakumbuh, Tanahdatar, Solok, Sijunjung, dan Darmasraya. Peserta atau anggota tim inti terdiri dari unsur dinas pendidikan, unsur bapedda, unsur pengawas sekolah, unsur kepala sekolah, dan unsur guru yang. Jumlah peserta meliputi 280 orang atau 140 orang di satu hotel.</p>
<p>LPMP sebagai pelaksana kegiatan ini mengerahkan semua kekuatan widyaiswaranya. Empat belas orang widyaiswara ditugaskan untuk memandu dan menfasilitasi kegiatan tersebut. Selain itu juga didukung oleh dua puluh orang staf yang menjadi pelaksana kegiiatan kepanitiaan. Hal itu menjadikan pelaksanaan Ramadan berlangsung di dua hotel ini.</p>
<p>Pelatihan di bulan puasa memang melelahkan, tetapi ketika diamati, peserta ternyata sangat antusias, bersemangat, dan bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan. Bahkan, peserta dari Dinas Pendidikan dan bapedda yang pejabat struktural ikut terlibat dalam kegiatan teknis. Motivasi peserta untuk mengikuti kegiatan ini ternyata sangat tinggi.</p>
<br />Filed under: <a href='http://zulkarnainidiran.wordpress.com/category/kegiatan/'>Kegiatan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulkarnainidiran.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulkarnainidiran.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulkarnainidiran.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulkarnainidiran.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zulkarnainidiran.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zulkarnainidiran.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zulkarnainidiran.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zulkarnainidiran.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulkarnainidiran.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulkarnainidiran.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulkarnainidiran.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulkarnainidiran.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulkarnainidiran.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulkarnainidiran.wordpress.com/293/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulkarnainidiran.wordpress.com&amp;blog=5339461&amp;post=293&amp;subd=zulkarnainidiran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2010/08/23/berpuasa-ramadan-di-hotel-the-hills-dan-pusako-bukittinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a41848a7df56921c945855b5c94d91fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulkarnainidiran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GURU MEMBUTUHKAN MOTIVASI DAN  SUPERVISOR  PERSUASIF DAN EDUKATIF</title>
		<link>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2010/08/16/289/</link>
		<comments>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2010/08/16/289/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 06:40:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zulkarnainidiran</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Profesi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[persuasif dan edukatif]]></category>
		<category><![CDATA[Supervisor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulkarnainidiran.wordpress.com/?p=289</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Zulkarnaini Diran Di suatu sekolah. Guru-guru bekerja ceria, mereka berjalan ke depan kelas penuh kepercayaan diri. Ia beranjak dari tempat duduk ke kantornya, menuju ruang kelas, lima menit sebelum lonceng masuk berbunyi. Ketika keluar dari kelas, terlihat di wajahnya kepuasan yang mengandung sejuta makna. Hampir semua guru melakukan itu, kegairahan, semangat, dan optimistis penuh <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulkarnainidiran.wordpress.com&amp;blog=5339461&amp;post=289&amp;subd=zulkarnainidiran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Oleh Zulkarnaini Diran</em></p>
<p>Di suatu sekolah. Guru-guru bekerja ceria, mereka berjalan ke depan kelas penuh kepercayaan diri. Ia beranjak dari tempat duduk ke kantornya, menuju ruang kelas, lima menit sebelum lonceng masuk berbunyi. Ketika keluar dari kelas, terlihat di wajahnya kepuasan yang mengandung sejuta makna. Hampir semua guru melakukan itu, kegairahan, semangat, dan optimistis penuh pengabdian, bersarang di dada dan dalam nurani guru-gurunya.<span id="more-289"></span><!--more--><!--more--></p>
<p>Di sekolah lain, wajah guru-gurunya selalu diselimuti awan mendung. Guru tegang, resah, dan gelisah. Nyaris penuh ketakutan. Pada saat tertentu, sudah lima sampai sepuluh menit lonceng berbunyi, mereka masih dibuai oleh berbagai kegiatan di kantor. Rasa berat mengangkat pinggulnya berangkat dari kursi, ia berjalan ke ruang kelas dengan rasa gelisah. Rasa susah, rasa pesimis, bahkan nyaris malas bergelantungan di sanubariunya. Bagaikan rasa tak suka dan tak senang dengan profesi, ia tetap memaksakan diri menuju ruangan yang dipenuhi siswa itu.</p>
<p>Apa yang terjadi dengan kedua ilustrasi itu? Guru-guru dengan penetapan gaji yang sama dengan standar penghasilan yang sama, dengan surat keputusan yang dikeluarkan dari pemerintah yang sama, tetapi berbeda dalam tindak dan tingkah laku melaksanakan tugas. Apa yang terjadi, ada apa gerangan?</p>
<p>Agaknya ilustrasi tersebut bukan mengada-ada. Kedua peristiwa tersebut dapat disimak, dapat diamati, dan dapat direkam, jika kita mau memusatkan perhatian terhadap perilaku guru di sekolah. Akan lebih menarik dan lebih akurat hasilnya, jika dilakukan penelitia ilmiah tentang perilaku guru itu. Sekurang-kurangnya, dengan penelitian, beberapa fenomena psikologis tentang perilaku guru disekolah akan dapat diungkapkan. Jika pula, peneilitian itu dimaksudkan untuk pengambilan kebijakan dalam pembinaan tenaga edukatif ini, tenaga pendidik ini.</p>
<p>Ilustrasi kontras itu agaknya dilatar belakangi oleh banyak hal. Salah satu diantaranya adalah motivasi. Jika mereka digaji dengan standar serta peraturan gaji yang sama, berarti gaji bukanlah satu-satunya motivasi. Jika tingkat kehidupan ekonominya sama, tetapi perilaku mengajar dan tindak perbuatannya di sekolah berbeda, berarti kehidupan ekonomi rumah tangga bukanlah satu-satunya daya dorong untuk melakukan tugas dengan baik. Jika naik pengkat dan golongan juga sekali empat tahun, atau mungkin dua tahun dengan “angka kredit”, sama-sama berlaku pada guru dalam ilustrasi itu, berarti pula pangkat dan golongan bukanlah satu-satunya motivasi. Dan apa yang diperlukan oleh guru? Mengapa yang lain bergairah dan yang lain tidak?</p>
<p>Suasana suatu sekolah, agaknya berpengaruh tehadap pelaksanaan tugas guru. Banyak faktor yang mempengaruhi susana itu. Oleh karena suatu suasana adalah kombinasi  dari suasana individu dan suasana hati tiap personal. Suasana yang diciptakan oleh gabungan suasana tiap individu itu berpengaruh terhadap suasana sehari-hari di lingkungan kerja. Jika dikaitkan dengan komunikasi, agaknya komunikasi vertikal dan komunikasi horizontal dalam lingkungan kerja memang sangat berpengaruh.</p>
<p>Komunikasi vertikal antara guru dengan unsur pimpinan sekolah sangat berpengaruh dalam menciptakan suasana. Kekakuaan akan timbul bila komunikasi tersebut timbul dalam keadaan kaku. Kepala Sekolah yang amat otoriter, amat menunjukan kekuasaannya, akan berbeda suasana yang ditimbulkannya dengan kepala sekolah familiar, kepala sekolah yang bersahabat, dan kepala sekolah yang demokratis. Ada memang, kepala sekolah yang selalu mengobral perintah dan instruksi terus menerus. Ini harus begitu, itu harus begini. Perintah datang dari atas, guru tidak pernah dilibatkan untuk menbambil kebijaksanaan, guru tidak diikutsertakan dalam pengambilan keputusan, guru hanya sebagai pelaksana yang harus dan harus melaksanakan semua perintah kepala sekolah. Hal ini barangkali akan membuat suasana lain  di sekolah tertentu.</p>
<p>Sementara itu, cukup banyak kepala sekolah yang suka bermusyawarah. Meskipun sang kepala sekolah dapat memtuskan sendiri, karena memang dia adalah pengambil keputusan, namun beberapa orang guru, atau seluruh guru ia libatkan dalam pengambilan keputusan itu. Faktor kebersamaan dalam melaksanakan tugas menjadi standar pengambilan keputusan. Hal ini melahirkan suasana yang jauh berbeda dengan karakteristik pimpinan pada tipe pertama tadi.</p>
<p>Jika memang suasana dapat dijadikan salah stu bentuk motivasi kegairahan guru dalam melaksnakan tugasnya, mengapa kepala sekolah tidak memanfaatkan itu untuk pelaksanaan tugasnya? Agaknya hal ini perlu menjadi renungan bagi sekolah dlam tipe kedua pada ilustrasi di atas.</p>
<p>Kepastian dalam karir, juga berpengaruh kepada suasan guru dalam melaksanakan tugas. Kepastian karir itu juga bergantung kepada sistem penilaian dan operasional penilaian kepala sekolah. Di daerah ini ternyata cukup banyak guru yang potensial, guru yang melaksnakan tugas dengan baik dan benar. Akan tetapi, guru-guru yang seperti itu sering luput dari perhatian kepala sekolah. Oleh karena, guru-guru yang menjalankan tugas dengan baik dan benar, biasanya enggan “menjilat”, enggan melaksanakan “akting yang berlebihan”, apalagi untuk “<em>angkek talua</em>” kepada atasan.</p>
<p>Sepanjang kurun dan waktu ia melaksanakan tugas dengan baik. Sepanjang hari ia berfikir dalam tugasnya, anak-anak suka kepadanya, pelajaran yang dianggap sulit selama ini, mudah sampai di tangannya. Akan tetapi karena sering luput dari perhatian kepala sekolah, mereka akhirnya menjadi frustasi, kegairahan berkurang, dan dirinya merasa tak perlu berbuat lebih dari yang lain. Arti kesungguh-sungguhannya tidak mendapat tempat di hati kepala sekolah. Tidak ada jalan lain, hanya bertugas apa adanya, bak orang upahan yang menerima gaji dengan pekerjaan rutin setiap hari.</p>
<p>Kepastian karir bagi seorang guru memang amat diperlukan. Oleh karena di dalam hidup mungkin hanya dua hal yang sangat dibutuhkan oleh seorang pegawai negeri. Pertama mendapatkan gaji dari pekerjaan, kedua pengembangan karir dan prestasinya. Jika timpang salah satu, berarti motivasinya pudar, motivasinya hilang secara bertahap. Akibatnya adalah seperti yang terjadi pada ilustrasi kedua itu. Lesu, kurang gairah, dan tidak bersemangat untuk lebih baik. <em>Toh</em>, baik dan buruk sama saja di mata atasan.</p>
<p>Pada sisi lain, tidak sedikit pula  guru yang kurang memahami bidang tugasnya. Terutama mereka yang tidak mampu mengikuti perkembangan terbaru, perkembangan di dunia pendidikan, baik yang berhubungan dengan metode dan teknik, maupun yang berhubungan dengan disiplin ilmunya. Kegairahannya berkurang karena merasa selalu tertinggal, merasa tidak mampu mengaktualisasikan diri mereka dihadapan anak didik, dihadapan rekan-rekan lain. Di samping kenyataan itu, kepala sekolah sebagai pimpinan sibuk kerjanya, asyik dengan dirinya. Hal yang seperti ini tidak jarang membuat kehancuran guru dalam melaksanakan tugasnya.</p>
<p>Dalam kondisi sekarang, mungkin yang akan datang, guru mebutuhkan motivasi dan pembinaan yang intensif. Motivasi yang dibutuhkan , bukannya penghasilan yang berkaitan dengan ekonomi, tetapi penghargaan atas hasil kerjanya. Bukan hanya gaji yang dibutuhkan guru, tetapi perhatian atas pekerjaan yang ia lakukan. Sedangkan pembinaan terus menerus sepanjang waktu merupakan bentuk motivasi lain dalam pelaksanaan tugas guru.</p>
<p>Pembinaan itu dapat dilakukan dalam bentuk pemberian informasi baru, informasi yang aktual tentang perkembangan pendidikan dan perkembangan pengetahuan. Hal yang seperti ini, pertama-tama hanya kepala sekolahlah yang melakukannya. Kepala sekolah yang diharapkan melakukannya. Misalnya, informasi dari jajaran atas, dari Kantor Kementerian Pendidikan, dari Kantor Dinas Pendidikan, tidak hanya dibiarkan mengendap dalam arsip kantor kepala sekolah, tetapi informasi yang berhubungan dengan perkembangan itu seyogyanya dikomunikasikan oleh kepala sekolah kepada guru-gurunya.</p>
<p>Pembinaan lain adalah pembinaan profesional. Pembinaan dalam bidang profesi keguruan, profesi kependidikan. Guru membutuhkan, itu terus menerus. Peranan supervisi agaknya amat penting. Penataran tingkat sekolah dari kepala sekolah untuk guru atau dari guru untuk guru, agaknya merupakan bentuk operasional dari pembinaan itu. Tetapi adakah kepala sekolah yang mengarifi hal-hal seperti itu? Ini pertanyaan yang memerlukan jawaban melalui penelitian.</p>
<p>Dalam situasi yang seperti sekarang, mungkin akan datang, guru memerlukan supervisor yang benar-benar menguasai bidangnya. Duru memerlukan kepala sekolah yang berwawasan luas, memerlukan pengawas sekolah yang berpandangan ke depan, memerlukan pengawas yang berpengetahuan luas dalam bidangnya. Akan tetapi apakah supervisor yang diangkat dengan jabatan fungsional itu memiliki kompetensi demikian. Ini pun agaknya memerlukan penelitian untuk menjawabnya. Agaknya. (Zulkarnaini Diran, Praktisi dan Pemerhati Pendidikan)</p>
<br />Filed under: <a href='http://zulkarnainidiran.wordpress.com/category/opini/'>Opini</a>, <a href='http://zulkarnainidiran.wordpress.com/category/pengembangan-profesi/'>Pengembangan Profesi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulkarnainidiran.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulkarnainidiran.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulkarnainidiran.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulkarnainidiran.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zulkarnainidiran.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zulkarnainidiran.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zulkarnainidiran.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zulkarnainidiran.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulkarnainidiran.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulkarnainidiran.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulkarnainidiran.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulkarnainidiran.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulkarnainidiran.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulkarnainidiran.wordpress.com/289/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulkarnainidiran.wordpress.com&amp;blog=5339461&amp;post=289&amp;subd=zulkarnainidiran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulkarnainidiran.wordpress.com/2010/08/16/289/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a41848a7df56921c945855b5c94d91fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zulkarnainidiran</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
