Perangkat Pembelajaran UMUM 2009

PERANGKAT KURIKULUM DAN PERANGKAT PEMBELAJARAN

PADA KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

(panduan sederhana)

bigb2Oleh Zulkarnaini *)

1. Pengantar

Masa transisi dari kurikulum 1994 ke kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) mengundang banyak dilema. Dilema itu terjadi karena banyak faktor. Di antara faktor-faktor itu adalah paradigma yang tidak berubah, pemahaman konsep yang kurang jelas, narasumber yang terlalu banyak, dan kebiasaan pendidikan pada kurikulum sebelumnya. Dilema itu bisa berakibat  fatal kepada dunia pendidikan, khsusunya dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian dalam pembelajaran.

Masa transisi dari kurikulum 1994 ke KTSP diabatasi oleh dua kurikulum antara. Kedua kurikulum antara itu adalam kurikulum 1994 yang disuplemen dan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Kedua kurikulum dari segi hukum sama lemahnya yakni sama-sama tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Dua kurikulum antara itu telah membuat dunia pendidikan ditangkap kebingungan. Kurikulum 1994 suplemen misalnya, namanya saja suplemen tetapi ada materi yang dikurangi. Biasanya yang suplelemen itu adalah tambahan. Untuk ini tidak sedikit guru mengeluh, terutama guru yang bersungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas. KBK juga dilematis. Dasar hukumnya GBHN 1999 – 2004. Acuan konsep subastansinya tidak jelas. KBK dosisialisasikan tahun 2001 di tingkat pusat, kemudian 2002 menjalar ke daerah. Padahal UU Sisdiknas baru muncul 2003 yakni UURI No. 20/2003 dan PP-nya baru lahir tahun 2005 yakni PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Baca lebih lanjut