Foto 2003 – 2012

Iklan

KEBEBASAN TANPA ETIKA

Reformasi berhasil dilaksanakan. Dalam bidang berpendapat sangat dirasakan. Semua orang bebas berpendapat, berucap, dan berujar. Ujaran tentang apa saja boleh dilakukan. Media sosial sebagai wahana siap menampung kemerdekaan berujar ini. Kemerdekaan itu pun dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kepentingan dalam hidup dan kehidupan. Kebebasan paling hebat kini kian dirasakan. Sedemikian hebatnya kebebasan berpendapat itu, hingga rambu-rambu etika, norma, dan budaya ditabrak habis-habisan. Nah, inilah salah satu hasil reformasi yang amat dirasakan.

 

GURU MASA DEPAN

Oleh Zulkarniani Diran

Menjadi guru masa depan tidaklah mudah. Sekurangnya itu yang terungkap dari Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menegpan dan RP) Nomor 16/2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Pendidikan calon guru paling rendah S1 atau D4. Calon harus memiliki sertifikat  profesi yang dapat diambil melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) di perguruang tinggi yang terakreditasi.  Sang calon dengan persyaratan itu harus pula mengikuti tes untuk menjadi guru. Jika lulus tes, masih calon, belum guru sebenarnya. Read the full post »

PRESTISE DALAM KURIKULUM

Oleh Zulkarnaini Diran

Kurikulum bermuatan prestise. Menggunakan kurikulum baru di satuan pendidikan menjadi prestise di sekolah itu. Jika semua sekolah di suatu wilayah administratif pemerintahan menggunakan kurikulum baru, prestise pula bagi daerah itu, khususnya bagi Dinas Pendidikan. Perihal prestise di dalam kurikulum ini terjadi hampir pada setiap pergantian kurikulum. Read the full post »

MENJADI GURU “KAFFAH”

Oleh Zulkarnaini Diran

Menjadi guru kaffah berarti menjadi guru seutuhnya. Begitu seseorang memasuki gerbang profesi guru, dia istqomah di dalamnya. Segala dimensi kehidupannya ditumpahkan untuk profesi ini. Semua fasilitas yang dipunyainya disumbangkan untuk pekerjaan ini. Segenap kompetensinya dioptimalkan untuk menunjang profesi yang sampai kini masih lazim disebut “pahlawan tanpa tanda jasa”. Guru kaffah adalah guru yang totalitasnya hanya untuk menjadi pendidik, pengajar, dan pelatih (dikjartih). Read the full post »

PERENCANAAN PENDDIDIKAN BERBASIS KEBUTUHAN

Oleh Zulkarnaini Diran

(petaktisi dan pemerhati pendidikan)

Institusi pendidik menyusun perencanaan pendidikan. Perencanaan itu biasanya disusun setiap tahun. Adakalanya disusun untuk empat tahun. Lazimnya, perencanaan tahunan atau empat tahunan disusun berdasarkan evaluasi terhadap pelaksanaan sebelumnya. Hasil evaluasi itu akan mengiformasikah hal-hal yang telah dan belum memenuhi kebutuhan. Informasi itulah yang kemudian diolah, diproses, dan diformulasikan menjadi perencanaan baru. Dengan demikian, perencanaan pendidikan benar-benar berlandaskan kepada kebutuhan pendidikan. Read the full post »

BUDI DAN KEBERADAAN PANGULU DI MINANGKABAU (pengantar sederhana)

Oleh Drs. Zulkarnaini Diran

1. Pengantar
Nenek moyang Minangkabau membuat adat. Tujuannya untuk menata kehidupan masyarakatnya. Dengan adat masyarakat dapat mngatur kehidupannya. Adat memberikan aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan dalam kehidupan individu dan kehidupan bermasyarakat. Adat ibarat rel kereta api. Di atas rel itulah roda-roda kehidupan menggelinding . Jika roda keluar dari rel, kecelakaan dapat terjadi, musibah datang menghantam kehidupan manusia. Dengan adat itu masyarakat Minangkabau mempertahankan segi-segi kehidupannya yang khas secara turun-temurun. Read the full post »